Blogger news

Selasa, 11 Desember 2012

INTERAKSI SOSIAL

A.    Interaksi Sosial
1.      Definisi interaksi sosial
Menurut Kimbal Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara individu dengan indiviu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Ciri-ciri interaksi sosial yaitu pelakunya lebih dari satu orang, ada komunikasi melalui kontak sosial dan mempunyai maksud, tujuan yang jelas sehingga tercipta tindakan yang konkret berdasar dimensi waktu ( masa lampau, masa kini, masa datang)
2.      Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
a.      Adanya kontak sosial
Kontak tidak hanya bersentuhan secara fisik tapi juga bisa memalui media ( telepon, menulis surat, internet, dll). Kontak berlangsung apabila kedua pihak sadar akan kedudukan masing-masing.
1.      Berdasarkan wujud : individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok
2.      Berdasarkan cara : kontak langsung, kontak tidak langsung
3.      Berdasarkan sifatnya : kontak positif, kontak negatif
b.      Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain agar keduanya saling mempengaruhi.
1.      Komunikasi dapat verbal ( lisan ) dan nonverbal ( isyarat )
2.      Syarat-syarat komunikasi : sender ( pengirim ), receiver ( penerima ), message ( pesan ),  feed back ( umpak balik )
3.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
a.      Imitasi
Proses belajar dengan cara meniru perilaku orang lain. Misalnya : siswa laki-laki SMP yang meniru model rambut pemain sepak bola favoritnya


b.      Sugesti
Pemberian pengaruh pandangan seseorang terhadap orang laian dengan acara tertentu agar orang teresebut mengikuti pandangan/ pengarh tanpa berpikir panjang. Misalnya : iklan susu yang seolah-olah mengemukan badan dengan jangka waktu yang singkat
c.       Identifikasi
Kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Misalnya : seorang siswa mengagumi gurunya sehingga mengidentifikasi drinya seperti guru yang dikaguminya.
d.      Simpati
Perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang, sekelompok orang atau lembaga formal pada waktu khusus. Proses ini dapat berlangsung apabila ada pengertian diantara kedua pihak. Misalnya : perasan seorang laki-laki terhadap perempuan yang kemudian menimbulkan rasa kasih sayang.
e.       Motivasi
Dorongan, rangsangan atau stimu;us yang diberikan seseorang terhadap orang lain. Misalnya : perhargaan kepada anak yang pandai.
f.       Empati
Proses kejiwaan seseorang untuk larut dalam perasaan orang lain. Misalnya : kita merasa iba dan menangis ketika seseorang mendapatkan musibah.
4.      Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
a.      Interaksi Sosial yang bersifat Assosiatif
1.      Kerja sama
Usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama.
2.      Akomodasi
Keseimbangan interaksi sosial kaitannya dengan nilai dan norma dan terjadi dalam situasi konflik ( koersi, kompromi, arbitrasi, toleransi, mediasi, konversi, konsiliasi, ajudikasi, stalemate, segregasi, casefire, dispasement )

3.      Asimilasi
Proses sosial yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda dan saling berinteraksi dalam waktu yang lama sehingga muncul penyesuaian-penyesuaian kemudian lahir kebudayaan baru tanpa adanya unsur-unsur kebudayaan lama.
4.      Alkuturasi
Proses sosial yang timbul kerena penerimaan dan pengelolaan unsur-unsur kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur kebudayaan asli.
b.      Interaksi Sosial yang bersifat Dissosiatif
1.      Persaingan ( competition )
Proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang saling berlompa untuk mendapatkan kemenangan.
2.      Kontravensi
Proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan.
3.      Pertikaian
Proses sosial yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhannya dengan jalan menentang pihak lain ( mengancam atau kekerasan )
4.      Permusuhan ( konflik )
Keadaan yang membuat salah satu pihak merintangi atau menjadi pengalang bagi individu atau kelompok adalam melakukan kegiatannya.
B.     Keteraturan Sosial
Suatu keadaan dimana hubungan-hubungan sosial yang berlangsung diantara anggota masyarakat berlangsung selaras, serasi, dan harmonis sesuai norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Unsur-unsur keteraturan sosial yaitu tertib sosial yaitu keselarasan antara perilaku individu dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, order yaitu sistem nilai dan norma diakui dan dipatuhi oleh masyarakat, keajegan yaitu memperlihatkan kondisi keteraturan, pola yaitu bentuk umum interaksi sosial.
C.    Dinamika Sosial
Dinamika sosial dapat terjadi berupa pergeseran atau perubahan nilai dan norma yang terjadi dalam masyarakat tertentu. Semua masyarakat hakekatnya selalu mengalami dinamika namun prosesnya yang berbeda, ada yang terjadi sangat cepat, atau lambat bahkan hampir seperti stagnan. Perubahan yang terjadi bisa kearah progress atau regress sesuai kebutuhan dan kesepakatan anggota masyaraat itu sendiri.
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika sosial
a.       Interen : bertambah dan berkurangnya penduduk, adanya penemuan baru, peretntangan atau konflik, terjadinya pemberontakan/ revolusi.
b.      Ekstern : lingkungan fisik, peperangan, pengaruh kebudayaan lain ( akulturasi dan difusi ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar