Blogger news

Selasa, 11 Desember 2012

TOKOH-TOKOH SOSIOLOGI


TEORI SOSIOLOGI KLASIK
1.      Auguste Comte                                  
  http://dhievhiea.files.wordpress.com/2011/01/auguste_comte2.jpg?w=106&h=72
Yaitu seseorang yang pertama kali memunculkan istilah sosiologi, yakni dengan tujuan untuk member nama pada satu kajian yang dipusatkan pada kehidupan sosial atau masyakat. Sosiologi saat ini telah menjadi ilmu yang diakui untuk memahami masyarakat dan telah berkembang pesat. Oleh sebab itu, auguste Comte dijadikan sebagai Bapak Sosiologi. Auguste Comte pada dasarnya bukanlah orang akademisi yang hidup di dalam kampus. Perjalanannya di dalam menuntut ilmu terhambat dan putus di tengah jalan. Berkat perkenalannya dengan Saint-Simon, sebagai sekretarisnya, pengetahuan Comte semakin terbuka, bahkan mampu mengkritisi pemikiran dari Saint-Simon. Pada dasarnya Auguste Comte adalah orang pintar, kritis, dan mampu hidup sederhana namun kehidupan sosial perekonomiannya dianggap kurang berhasil. Pemikiran yang terkenal adalah filsafat positivisme, serta memberikan gambaran mengenai metode ilmiah yang menekankan pada pentingnya pengamatan, eksperimen, perbandingan, dan analisis sejarah.
Auguste Comte inilah yang membagi karakteristik pemikiran manusia menjadi 3, yaitu:
  • Teologis, yaitu masyarakat yang mempercayai kekuatan spiritual atau kekuatan gaib.
  • Metafisik, yaitu masyarakat yang telah mengalami peralihan, namun lebih kepada kepercayaan terhadap kekuatan alam.
  • Positivistik, yaitu masyarakat yang telah berpikir secara rasional atau berdasarkan ilmu pengetahuan
2. Emile Durkheim                             
 http://dhievhiea.files.wordpress.com/2011/01/emile_durkheim.jpg?w=110&h=128
Emile Durkheim (1855-1917), putra seoran Rabbi Yahudi. Emilke Durkheim merupakan tokoh sosiologi yang taat pada agama. Tokoh-tokoh yang mempengaruhi pemikirannya seperti Montesquieu, Rosseau, Comte, Tocquueville, Spencer, dan Marx. Pemikiran Durkheim berawal dari asumsi mengenai sosiologi merupakan ilmu yang didalamnya terdapat berbagai fakta sosial yang menjelaskan tentang konsep sosiologi serta berbagai karakteristik dari fakta-fakta sosial. Durkheim sepaham dengan pemikiran Comte bahwa ilmu pengetahuan itu haruslah dapat membuat manusia hidup nyaman. Upayanya untuk memahami berbagai fenomena bunuh diri melahirkan salah satu karya besarnya yaitu Suicide (Bunuh Diri). Kasus bunuh diri terjadi karena kolektifitas yang lemah sehingga memicu untuk melakukan bunuh diri.
Emile Durkheim membagi bunuh diri menjadi 3 macam, yaitu:
a)      Altruistik, kasus bunuh diri terjadi demi kepentingan kelompok seperti seorang pahlawan perang.
b)      Egoistik, karena adanya kekurangan dalam organisasi sosial dan berupaya untuk menjauhkan diri dari kelompok tersebut.
c)      Anomik, penyesuaian diri masyarakat terganggu (misal oleh perubahan ekonomi, seperti kemakmuran secara tiba-tiba, depresi ekonomi dan bangkit serta jatuhnya suatu kelas sosial).
3. Karl Marx
Karl Marx (1818-1883), buku yang paling terkenal adalah “Das Capital” yang didalamnya berisi tentang pertenatangan kelas. Menurut Karl Max, kelas adalah motor dari segala perubahan serta kemajuan. Karl Max membagi kelas menjadi 3, yaitu:
a)      Kelas pemilik tanah (pemasukan dari upah, laba dan sewa tanah)
b)      Kelas pemilik modal (memiliki uang)
c)      Kelas pekerja (yang menyadarkan hidupnya dari tenaga kerja)
Menurut Karl Max manusia seperti binatang yang tidak pernah terpuaskan, ketika kebutuhan pokok terpenuhi maka muncul lagi kebutuhan-kebutuhan baru. Dari hal tersebut lah Karl Max beranggapan bahwa agama adalah racun karena demi ekonomi dan kedudukan yang lebih tinggi seseorang rela berpindah agama sehingga agama membuat seseorang tidak kreatif. Hal itulah yang dilakukan oleh ayah Karl Max dan ibu Karl Max pun hanya menerima apa adanya yang disebabkan tunduk pada agama.
Karl Max mengkritisi teori stratifikasi sosial, yang mengatakan bahwa kelas-kelas merupakan komponen fungsional untuk masing-masing memperoleh peranannya masing-masing sesuai dengan kondisi mereka. Tetapi menurut Karl Max hal seperti itu bukan fungsional justru suatu ketidakadilan sosial, dimana terjadi eksploitasi secara ekonomis dan politis dari kelas borjuis dan kelas pemilik modal terhadap kelas pekerja.
4. Max Weber
http://dhievhiea.files.wordpress.com/2011/01/aboutrelweber.jpg?w=474
Max weber lahir di Erfrut, Jerman 21 April 1864, ia berasal dari keluarga kelas menengah. Max weber terlahir dari dua karakter orangtua yag berbeda dan itu sangat mempengaruhi orientasi intelektual dan psikologis Weber. Ayah Weber adalah seorang birokrat yang memiliki kedudukan yang relative penting dan sang ayah adalah seorang yang menyukai kesenangan duniawi. Sedangkan ibu Weber adalah seorang calvinis yang taat, wanita yang berusaha menjalani hidup prihatin (ascetic), tanpa kesenangan yang didambakan suaminya. Perhatiannya tertuju pada aspek kehidupan akhirat dan ketegangan ini membawa dampak bagi psikologi Weber.
Teori Max Weber yang terkenal adalah Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme, yang disebutkan dalam karyanya The Potestant Etnic and The Spirit of Capitalisme. Weber memusatkan perhatian pada protestantisme sebagai sebuah system gagasan dan pengaruhnya terhadap system ekonomi kapitalis. Weber menarik kesimpulan bahwa terdapat peran khusus orang-orang protestan dalam menggunakan kapitalisme, yang mana salah satunya keyakinan agama mereka. Keimanan protestan tersebut telah menghasilkan motivasi aktivitas pro kapitalis yang mana berorientasi pada kehidupan duniawi. Weber juga mendefinisikan semangat kapitalisme sebagai gagasan dan kebiasaan yang mendukung pengajaran yang rasional terhadap keuntungan ekonomi.
Selain itu, Max Weber juga memiliki teori tindakan sosial, yakni perilaku yang mempunyai makna subjektif bagi pelakunya. Terdapat 4 tindakan sosial:
  1. Rasionalitas sarana-tujuan atau tindakan yang ditentukan oleh harapan terhadap perilaku objek dalam lingkungan dan perilaku manusia lain.
  2. Rasionalitas nilai atau tindakan yang ditentukan oleh keyakinan penuh kesadaran akan nilai perilaku etis, estetis, religius atau bentuk perilaku lain yang terlepas dari keberhasilan.
  3. Tindakan afektual, ditentukan oleh kondisi emosi aktor.
  4. Tindakan tradisional, ditentukan oleh cara bertindak aktor yang biasa dan telah lazim dilakukan


5.      Herbert Spencer
http://dhievhiea.files.wordpress.com/2011/01/180px-herbert_spencer.jpg?w=474
Teori yang digunakan oleh Herbert Spencer adalah teori evolusi, yakni masyarakat  yang lemah akan tersingkirkan dan masyarakat yang kuat akan bertahan dan berkuasa. Atau dengan kata lain bahwa masyarakat dapat mengalami perubahan secara lambat (evolusi), perubahan yang terjadi secara linear yakni bergerak ke depan tetapi tidak selalu progress. Teori Herbert Spencer dilatarbelakangi dari teori Darwin, hanya saja yang membedakannya kalau Herbert Spencer teori yang digunakan tentang evolusi sosial, sedangkan Darwin teori yang digunakan berupa evolusi alam. Selain itu pemikiran Herbert Spencer ini juga dipengaruhi oleh Auguste Comte, yakni dalam pemikiran Auguste Comte bahwa masyarakat adalah oganisme.
Masyarakat mengalami evolusi sebagai berikut:
a)      Berjuang untuk hidup (struggle of life)
b)      Yang kuat yang bertahan (survival of the filets)
c)      Seleksi alam (natural selection)
6. Ferdinand Tonnies
http://dhievhiea.files.wordpress.com/2011/01/tonnies.jpg?w=106&h=95
Ferdinand Tonnies (1855-1936), dilahirkan di daerah pertanian di Eiderstedt di dekat pesisir pantai Schleswig Holstein. Diantara karya-karya Tonnies yang paling berpengaruh ialah Gemeinschaft und Gesselschaft (1887), diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dengan judul Community and Society. Ferdinand Tonnies mengkategorikan bahwa evolusi dapat memperburuk keadaan. Hal ini ditinjau dari sudut pandang gemeinschaft yakni dapat mendominasi masyarakat geselschaft yang pola interaksi sosialnya melemah sehingga menyebabkan kemunduran pada geselschaft.
Hal yang mendasari Ferdinand Tonnies mencetuskan tipe-tipe masyarakat yaitu berdasarkan pada Kurtwille (kehendak rasional)  dan Wesenwille (kehendak natural). Kurtwille (kehendak rasional) yang disebut sebagai Gesselchaft, dimana masyarakat terbentuk hanya untuk terpenuhinya suatu kepentingan dan tidak berlangsung lama. Sedangkan Kurtwille (kehendak rasional) yang disebut sebagai Gemeinschaft, dimana masyarakat terbentuk atas dasar persamaan latar belakang dan persamaan lainnya, hubungan kemasyarakatannya berlangsung lama bahkan langgeng. Masyarakat gemeinschaft dibagi menjadi beberapa kategori:
a)      Gemeinschaft of blood (ikatan darah)
b)      Gemeinschaft of place (tempat tinggal)
c)      Gemeinschaft of mind (pikiran atau ideologi)


INTERAKSI SOSIAL

A.    Interaksi Sosial
1.      Definisi interaksi sosial
Menurut Kimbal Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara individu dengan indiviu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Ciri-ciri interaksi sosial yaitu pelakunya lebih dari satu orang, ada komunikasi melalui kontak sosial dan mempunyai maksud, tujuan yang jelas sehingga tercipta tindakan yang konkret berdasar dimensi waktu ( masa lampau, masa kini, masa datang)
2.      Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
a.      Adanya kontak sosial
Kontak tidak hanya bersentuhan secara fisik tapi juga bisa memalui media ( telepon, menulis surat, internet, dll). Kontak berlangsung apabila kedua pihak sadar akan kedudukan masing-masing.
1.      Berdasarkan wujud : individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok
2.      Berdasarkan cara : kontak langsung, kontak tidak langsung
3.      Berdasarkan sifatnya : kontak positif, kontak negatif
b.      Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain agar keduanya saling mempengaruhi.
1.      Komunikasi dapat verbal ( lisan ) dan nonverbal ( isyarat )
2.      Syarat-syarat komunikasi : sender ( pengirim ), receiver ( penerima ), message ( pesan ),  feed back ( umpak balik )
3.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
a.      Imitasi
Proses belajar dengan cara meniru perilaku orang lain. Misalnya : siswa laki-laki SMP yang meniru model rambut pemain sepak bola favoritnya


b.      Sugesti
Pemberian pengaruh pandangan seseorang terhadap orang laian dengan acara tertentu agar orang teresebut mengikuti pandangan/ pengarh tanpa berpikir panjang. Misalnya : iklan susu yang seolah-olah mengemukan badan dengan jangka waktu yang singkat
c.       Identifikasi
Kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Misalnya : seorang siswa mengagumi gurunya sehingga mengidentifikasi drinya seperti guru yang dikaguminya.
d.      Simpati
Perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang, sekelompok orang atau lembaga formal pada waktu khusus. Proses ini dapat berlangsung apabila ada pengertian diantara kedua pihak. Misalnya : perasan seorang laki-laki terhadap perempuan yang kemudian menimbulkan rasa kasih sayang.
e.       Motivasi
Dorongan, rangsangan atau stimu;us yang diberikan seseorang terhadap orang lain. Misalnya : perhargaan kepada anak yang pandai.
f.       Empati
Proses kejiwaan seseorang untuk larut dalam perasaan orang lain. Misalnya : kita merasa iba dan menangis ketika seseorang mendapatkan musibah.
4.      Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
a.      Interaksi Sosial yang bersifat Assosiatif
1.      Kerja sama
Usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama.
2.      Akomodasi
Keseimbangan interaksi sosial kaitannya dengan nilai dan norma dan terjadi dalam situasi konflik ( koersi, kompromi, arbitrasi, toleransi, mediasi, konversi, konsiliasi, ajudikasi, stalemate, segregasi, casefire, dispasement )

3.      Asimilasi
Proses sosial yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda dan saling berinteraksi dalam waktu yang lama sehingga muncul penyesuaian-penyesuaian kemudian lahir kebudayaan baru tanpa adanya unsur-unsur kebudayaan lama.
4.      Alkuturasi
Proses sosial yang timbul kerena penerimaan dan pengelolaan unsur-unsur kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur kebudayaan asli.
b.      Interaksi Sosial yang bersifat Dissosiatif
1.      Persaingan ( competition )
Proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang saling berlompa untuk mendapatkan kemenangan.
2.      Kontravensi
Proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan.
3.      Pertikaian
Proses sosial yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhannya dengan jalan menentang pihak lain ( mengancam atau kekerasan )
4.      Permusuhan ( konflik )
Keadaan yang membuat salah satu pihak merintangi atau menjadi pengalang bagi individu atau kelompok adalam melakukan kegiatannya.
B.     Keteraturan Sosial
Suatu keadaan dimana hubungan-hubungan sosial yang berlangsung diantara anggota masyarakat berlangsung selaras, serasi, dan harmonis sesuai norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Unsur-unsur keteraturan sosial yaitu tertib sosial yaitu keselarasan antara perilaku individu dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, order yaitu sistem nilai dan norma diakui dan dipatuhi oleh masyarakat, keajegan yaitu memperlihatkan kondisi keteraturan, pola yaitu bentuk umum interaksi sosial.
C.    Dinamika Sosial
Dinamika sosial dapat terjadi berupa pergeseran atau perubahan nilai dan norma yang terjadi dalam masyarakat tertentu. Semua masyarakat hakekatnya selalu mengalami dinamika namun prosesnya yang berbeda, ada yang terjadi sangat cepat, atau lambat bahkan hampir seperti stagnan. Perubahan yang terjadi bisa kearah progress atau regress sesuai kebutuhan dan kesepakatan anggota masyaraat itu sendiri.
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika sosial
a.       Interen : bertambah dan berkurangnya penduduk, adanya penemuan baru, peretntangan atau konflik, terjadinya pemberontakan/ revolusi.
b.      Ekstern : lingkungan fisik, peperangan, pengaruh kebudayaan lain ( akulturasi dan difusi ).

Minggu, 02 Desember 2012

Perubahan sosial

Pengertian Perubahan Sosial dan Bentuk Perubahan Sosial


Pengertian perubahan sosial itu apa sih?
Sebelum membahas pengertian perubahan sosial ada baiknya kita lebih dulu mengetahui arti perkata dari “perubahan sosial“, setuju? Baiklah, pengertian perubahan menurut KBBI merupakan suatu hal (keadaan) yang berubah; peralihan; pertukaran. Perubahan dalam diri manusia sudah terjadi sejak manusia itu lahir dan terus terjadi sampai akhir hayatnya. Sedangkan pengertian dari kata Sosial adalah sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat atau yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Dari pengertian masing-masing kata, saya dapat menyimpulkan bahwa pengertian Perubahan Sosial adalah sebuah keadaan yang berubah atau beralih dalam sesutu hal yang ada dalam masyarakat (ini menurut saya..). Dan menurut buku Pengantar Sosiologi karya Soerjono Soekanto, pengertian perubahan sosial merupakan segala perubahan pada lemabaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memperngaruhi sistem sosialnya, didalamnya termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial dalam masyarakat berkaitan dengan :
  • nilai-nilai sosial
  • pola-pola perilaku
  • organisasi
  • lembaga kemasyarakatan
  • lapisan masyarakat
  • kekuasaan, wewenang dan lain-lain
Karena perubahan sosial mencakup pembahasan yang cukup luas, maka apa bila anda ingin melakukan penelitian sebaiknya anda menentukan penelitian tentang perubahan apa yang anda inginkan. Hal ini bertujuan agar penelitian anda tentang masalah perubahan sosial dalam suatu masyarakat dapat terlaksana dengan bisa dikemukakan hasilnya dengan jelas.
Bentuk-bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan;
  1. Perubahan Cepat (Refolusi) dan Perubahan Lambat (evolusi)
  2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
  3. Perubahan yang dikehendaki (Intended-Change) atau perubahan yang direncanakan (Planned Change) dan Perubahan yang tidak dikehendaki (Unintended-Cange) atau Perubahan yang tidak direncanakan (Unplanned-change)
Faktor-faktor yang menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan;
  1. Bertambah atau berkurangnnya penduduk
  2. Penemuan-penemuan Baru.
  3. Pertentangan (Conflict) masyarakat
  4. Terjadi Pemberontakan atau Revolusi
Faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan, yaitu;
1. faktor pendorong
  • kontak dengan kebudayaan lain
  • sistem pendidikan yang cepat berkembang
  • sikap saling menghargai
  • toleransi terhadap perubahan menyimpang
  • sistem masyarakat yang terbuka
  • dan seterusnya
2. Faktor penghalang
  • kurang komunikasi dengan masyarakat lain
  • perkembangan sistem pendidikan yang terlambat
  • sikap masyarakat yang tradisional
  • hambatan ideologis
  • kebiasaan
  • nilai pasrah

Sumber ; Buku sebuah pengantar sosiologi karya Soerjono Soekanto dan KBBI.